Laman

Rabu, 29 Januari 2014

Kisah Inspiratif : Bangun Pribadi Yang Mahal!

Pribadi yang Mahal
Fuad Hasan
Bangun Pribadi Yang Mahal! menjadi judul pada posting kali ini, bukan bermaksud untuk menggurui Anda atau siapapun, karena saya hanya ingin berbagi peta pemikiran.

Dan juga, Bangun Pribadi Yang Mahal! di sini bukan bermaksud untuk mengajak Anda menjadi orang yang sombong, bahkan bisa jadi kita semua menjadi pribadi yang rendah hati.

Artikel kali ini, saya dapatkan dari video Pak Mario Teguh dengan salam Supernya. Insya Allah bermanfaat bagi kita semua.

Pernahkah kita bertemu seseorang yang kita kenal, lalu kita menyapa, tapi ternyata orang yang kita sapa tidak menghiraukan seakan-akan tidak tahu?

Bila pernah, maka kemungkinan orang itu :

1. Benar-benar tidak mendengar/mengetahui sapaan kita.
2. Lupa terhadap kita
3. Menganggap kita tidak penting untuk dihiraukan
4. Tidak ingin bertemu kita lagi.

Untuk alasan yang nomor 1, kita hanya perlu mendekati orang yang kita sapa. Tapi untuk alasan nomor 2,3, dan 4 ternyata kita perlu memperbaiki diri agar kita layak untuk diingat, layak untuk dianggap penting, dan layak untuk ditemui. Dan salah satu cara adalah menjadi Pribadi Yang Mahal!

Pribadi Yang Mahal!

Adalah sebuah pengertian singkat dari pribadi yang layak untuk dihormati, layak untuk digaji lebih mahal. Ketika bertemu seseorang, selalu disapa dengan senyuman. Tentu kita semua menginginkan hal yang semacam itu, jadi silahkan baca tulisan dibawah ini.


Bangun Pribadi Yang Mahal Semuda Mungkin!

1. Rendah hati. Sikap rendah hati adalah modal dasar untuk bisa merubah sikap hidup. Karena dengan sikap ini kita tentu dengan mudah untuk menerima sesuatu dengan positif.

Ketika kita bisa rendah hati, tentu kita lebih mudah bersosialisasi. Dimana mayoritas manusia lebih suka didengarkan keluhannya dari pada mendengarkan keluhan manusia yang lainnya. Disaat manusia mulai nyaman dengan kita, tentu orang tersebut akan memberikan penilain lebih positif kepada kita.

2. Hargai diri sendiri. Misalkan, kita memiliki barang yang harganya mahal, tentu kita akan berhati-hati dalam membawanya. Kita menjauhkan barang mahal itu dari hal-hal yang bisa memungkinkannya rusak atau lecet.

Ketika kita melihat para pemuda yang kebut-kebutan motor di jalan raya, sebagian orang tentu menilainya kurang bisa membawa diri. Sedangkan sikap membawa diri berasal dari menghargai diri, menghargai hidup.

Orang yang tidak bisa membawa diri bukan berarti tidak berharga, karena ketika mereka masih kecil, sang Ibu menganggapnya sangat berharga. Sehingga dijaganya agar tidak terjatuh dan tersakiti. Disaat kita bisa menghargai diri, maka kita bisa lebih dihormati, lebih diingat, lebih dilayakan.

3. Lakukan apa yang bisa dilakukan, belajar untuk bisa lebih baik. Kita tentu ingin dinilai lebih dari orang lain, maka lakukanlah secara lebih baik dari orang lain. Dengan begitu, kita bisa hidup lebih berbahagia dari sebelumnya.

Sampai di sini kita sepaham kan....
☺☺

Sekian dari saya untuk blog Fuad Inopreneur Semoga bisa menjadikan kita semua pribadi yang LUAR BIASA.

Jika Anda merasa tulisan kali ini bermanfaat, silahkan sebarkan kepada teman-teman Anda. Jangan lupa untuk memberikan komentar terbaik Anda.

Terima kasih atas kunjungan Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar terbaik Anda di sini