Laman

Minggu, 27 Juli 2014

Berhenti Mengeluh dan Segera Bertindak

Berhenti Mengeluh dan Segera Bertindak adalah tema tutorial kali ini, meskipun terkesan menggurui, tapi bukan itu intinya. Karena SANG MUJUR hanya ingin sharing tentang peta pemikirannya saja. Dan SANG MUJUR berharap tutorial kali ini bisa menjadi motivasi kita semua.

Semua orang tentu pernah punya masalah dan besar kecilnya suatu masalah itu diukur oleh pelakunya berdasarkan pengalaman. Dan Rata-rata orang setuju bila masalah besar itu adalah masalah yang baru di hadapi. Seandainya di masa mendatang dia menghadapi masalah yang sama besarnya di awal, tentu itu bukan lagi menjadi masalah yang besar.

Bapak Mario Teguh pernah berkata "Bahwa manusia itu masternya mengeluh. Suka menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaaan, menyalahkan lingkungan, dan bahkan sangkin parahnya dia menyalahkan TUHAN"

Kita tidak akan pernah lepas dari keadaan yang tidak kita inginkan apabila kita hanya mengeluh, tapi mengambil TINDAKAN adalah jalan keluar satu-satunya dalam menyelesaikan masalah apapun. Untuk bisa mengambil tindakan, ternyata kita harus bisa menghentikan keluhan kita yang tidak pada tempatnya.

Mengapa mengeluh?
Kita tentu pernah pada situasi yang tidak kita inginkan, dan tentu saja kita sangat ingin mengeluh, karena itu adalah sifat yang wajar yang dimiliki manusia. Hanya saja terkadang ada sebagian orang yang mengeluhnya terlalu berlebihan. Sebelum kita sharing cara menghentikan keluhan, tolong Anda terima pernyataan berikut "Tidak pernah suatu kejadian di dunia ini terlepas dari Kuasa TUHAN. Dan TUHAN selalu memberikan yang terbaik kepada setiap hamba-NYA"

Mengapa kita mengeluh? Ternyata jawabannya adalah karena kita tidak setuju dengan sesuatu yang diberikan TUHAN kepada kita. Jadi seharusnya bila kita mendapatkan sesuatu kejadian yang tidak kita inginkan, seharusnya kita mengeluhkannya pada TUHAN bukan pada yang lain. Bila TUHAN mampu memberikan permasalahan yang sulit untuk kita, tentu DIA juga bisa memberikan jalan keluar yang mudah pada kita. Karena TUHAN berjanji dalam Al Qur'an surat Asy Asyarh ayat 5-6 bermakna "Maka sesungguhnya didalam kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya di dalam kesulitan ada kemudahan"

Permasalahannya adalah bagaimana cara membuka kesulitan itu menjadi sebuah kemudahan? Maka dijawab oleh TUHAN dalam ayat yang berikutnya yang bermakna "Setelah kalian selesai dengan suatu urusan maka tetaplah kalian bekerja keraslah untuk urusan yang lainny" dari sini bisa disimpulkan, bahwa TUHAN menginginkan kita bekerja keras dalam urusan kita agar DIA mau memberikan pertolongan sehingga urusan kita di permudahNYA.

Mulai Bertindak
Ternyata tidak mengeluh saja itu tidak akan membuat perubahan pada hidup kita, pada ayat di atas kita ternyata diperintahkan TUHAN untuk bekerja keras dalam setiap urusan kita. TUHAN melarang kita untuk bermalas-malasan. Malas dan pasrah/berserah diri itu berbeda. Orang pasrah itu berhenti setelah dia bertindak hingga dititik terakhir kemampuannya, tapi orang malas itu berhenti sebelum dia bertindak apa pun.

Untuk mengambil tindakan, kita juga harus punya target hasil yang jelas atas permasalahan yang sedang kita hadapi. Dengan begitu kita tahu jalan-jalan yang harus kita jalani. Ibaratnya, saat kita ingin ke jalan P. Sudirman tapi kita justru tersesat, kita bisa mengambil tindakan dengan bertanya pada orang-orang yang kita jumpai arah ke jalan P. Sudirman. Tapi hal ini sangat berbeda bila kita tidak punya target hasil yang jelas, kita tidak tahu apa yang harus kita lakukan, karena kita tidak mempunyai tujuan.


Demikian posting dari SANG MUJUR semoga bisa menjadikan motivasi bagi kita semua, dan terima kasih atas kunjungannya

Artikel yang mungkin ingin Anda baca :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar terbaik Anda di sini