Laman

Selasa, 12 Agustus 2014

Cara Mendekati Konsumen

Kali ini kami dari tim SANG MUJUR ingin sharing Cara Mendekati Konsumen. Kami bukan bermaksud untuk menggurui Anda para pengunjung, tapi hanya ingin berbagi info mungkin saja Anda, pelaku marketing meninginkan referensi tentang Cara Mendekati Konsumen.

Sebagian besar para pelaku marketing dalam memberikan "breifing" kepada juniornya sering kali berkata "Untuk bisa menjual produk, kita harus bisa mendekati konsumen agar tahu cara membuat produk kita dibutuhkan oleh mereka" Namun acap kali kita tidak ditunjukan secara real karakter dari konsumen tersebut. Para senior cenderung memberikan contoh sesuai dengan pengalaman mereka. Misalnya para senior berkata "Kalau kalian bertemu dengan orang berkarakter seperti ini, maka kalian bisa mendekati dengan cara ini". Parahnya, saat kita terjun dilapangan, dan bertemu dengan orang yang berkarakter yang sama dengan cerita para senior kita. Lalu kita melakukan yang senior ceritakan, kita justru tidak bisa melakukan penutupan penjualan. Tentu kita akan bertanya, apa yang salah pada diri kita?

Dari cerita di atas, ternyata setiap orang mempunyai cara berbeda untuk mendekati konsumen. Lalu dari tim kami SANG MUJUR bertanya pada diri sendiri, apa sebenarnya yang diinginkan konsumen? Setelah melakukan banyak penawaran dan mencari referensi tentang konsumen, akhirnya kami bisa menyimpulkan Apa yang diinginkan oleh konsumen seperti berikut ini.

Mengenal Konsumen
Untuk bisa mendekati konsumen, kita harus bisa lebih mengenal konsumen. Karena konsumen adalah baris pertahanan kita terhadap kompetisi pasar. Mempertahankan kepuasan konsumen akan membuat kita melangkah jauh ke depan dari kompetisi itu. Dan itu berarti terhadap kelangsungan hidup kita yang bergulat di dunia marketing. Berikut kesimpulan tentang konsumen yang dikemas dengan bijaksan :

  • Konsumen tidak peduli dengan orang pemasaran, mereka hanya peduli dengan diri mereka sendiri.
  • Konsumen tidak membeli produk, mereka membeli manfaat yang mereka dapatkan dari produk tersebut.
  • Kualitas hanya didefinisikan oleh konsumen, bukan pemasar.
  • Setiap orang dalam setiap organisasi bekerja untuk konsumen
  • Pasar begitu kompetitif, konsumen ingin mendapat lebih banyak dengan harga yang lebih rendah.
  • Konsumen lebih suka tidak kehilangan sesuatu dari pada menghemat sesuatu.
Dari tulisan di atas kita bisa lebih jauh mengenal konsumen, jika Anda masih bingung tentang konsumen, silahkan tinggalkan komentar Anda dan akan segera kami tanggapi.

Demikian tutorial sedikit dari kami, semoga bermanfaat besar bagi peta pemikiran kita semua. Dan terima kasih atas kunjungan Anda.

Artikel yang mungkin ingin Anda baca :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar terbaik Anda di sini