Kali ini tim MANTRA UANG JUTAAN RUPIAH ingin berbagi informasi kepada teman-teman marketeer yang ingin meningkatkan penjualannya. Bukan bermaksud pamer atau menggurui, karena ini bukan seminar melainkan untuk berbagi info. Kalau ada yang tidak sesuai dengan teman-teman marketeer silahkan tuliskan komentar teman-teman. Posting kali ini, kita akan membahas tentang RAHASIA MARKETING, semoga bisa menambah referensi kita semua.
Ada beberapa hal yang harus kita lakukan untuk bisa mendapatkan penjualan yang tinggi. Berikut hal-hal yang harus kita pahami :
1. Orang Membeli Kita Sebelum Membeli Produk Kita
Jadi kita harus "menjual diri" dulu. Kata menjual diri menggunakan tanda kutip, bukan berarti kita harus menjual harga diri juga. Melainkan kita berpenampilan sesuai dengan profesi kita. Misalkan seorang dokter harus mempunyai penampilan yang rapi dan bersih, ini menunjukan bahwa dokter juga peduli dengan kesehatannya. Seorang montir berpenampilan acuh dengan pakainnya, asalkan mempunyai alat yang lengkap. Kalu kita sebagai sales, jadi sudah sepantasnya kalau kita berpenampilan rapi, sopan, dan wangi. Kalau orang bisa menilai kita sesuai dengan profesi kita, maka kita telah berhasil "menjual diri" tinggal kita tawarkan produk kita. Ada sebuah pepatah mengatakan "Jangan pernah percaya tukang cukur yang gundul", karena tukang cukur yang gundul tidak pernah menghargai rambutnya sendiri.
2.Penjualan Itu Membangun Hubungan
Banyak tenaga penjual yang tidak menyadari hal ini. Mereka menganggap bahwa setelah closing, mereka sudah berhenti membangun hubungan dengan konsumen mereka. Padahal konsumen yang menilai kualitas produk kita, sehingga konsumen cenderung menceritakan hal-hal yang mereka ketahui tentang produk kita. Kalau konsumen puas dengan produk kita, mereka tanpa sadar akan melakukan promosi kepada orang lain dan menjadikan mereka sebagai agen tidak resmi kita. Atau bisa dikatakan mereka adalah bagian dari jaringan kerja kita. Begitu juga bila sebaliknya, bila mereka kecewa dengan produk kita, maka mereka akan menjadi bumerang yang menyerang kita. Jadi bangunlah hubungan dengan konsumen kita dengan baik. Bila setelah closing, kita bisa mengatakan "Bapak/Ibu kalau ada yang tidak sesuai dengan harapan Bapak/Ibu silahkan hubungi saya, tapi kalau Bapak/Ibu puas dengan produk saya, tidak perlu menghubungi saya, cukup ceritakan kepada teman atau saudara Anda"
3. Dapat Dipercaya
Tentang hal ini, kami telah membahasnya di posting sebelumnya di Hukum Marketing Oleh Tung Desem Waringin. Tapi bila teman-teman bertanya, siapa yang harus bisa dipercaya? Maka jawabannya, orang percaya karena pengalaman pengetahuannya. Bila produk tidak bisa menjelaskan dirinya sendiri, maka kita yang harus bisa menjelaskan tentang produk kita itu. Untu bisa membuat orang percaya denga produk kita, terlebih dahulu kita juga harus percaya dengan produk kita itu.
4. Temui Orang Yang Tepat
Bagaimana caranya mengetahui orang itu tepat untuk membeli produk kita? Maka caranya adalah dengan mengetahui produk dan manfaatnya. Hal itu akan menunjukan siapa yang tepat untuk membeli produk kita.
5. Tepat Buka Tutup Penjualan
Hal ini merupakan langkah selanjutnya setelah kita menemukan calon konsumen. Kapan kita harus mulai menjual? Setelah kita memperkenalkan diri dan calon konsumen telah menerima diri kita. Tidak perlu menceritakan latar belakang perusahaan, agar penawaran/presentasi kita lebih singkat. Untuk menutup penjualan, pastikan konsumen telah mengerti dan menerima manfaat produk kita.
6. Jangan Personalisasi
Membangun hubungan dengan konsumen bukan berarti harus mengenal lebih jauh. Cukup sebatas kita mengetahui tentang kebutuhannya yang berhubungan dengan produk kita. Karena bila kita terlalu personalisasi dengan para konsumen itu akan menimbulkan efek negatif kepada diri kita dan perusahaan. jadi bangun hubungan sebatas penjual dan pembeli saja.
Demikian posting dari tim MANTRA UANG JUTAAN RUPIAH semoga bisa bermanfaat bagi kita semua dan terima kasih atas kunjugannya.
Artikel yang mungkin ingin Anda baca :
Ada beberapa hal yang harus kita lakukan untuk bisa mendapatkan penjualan yang tinggi. Berikut hal-hal yang harus kita pahami :
1. Orang Membeli Kita Sebelum Membeli Produk Kita
Jadi kita harus "menjual diri" dulu. Kata menjual diri menggunakan tanda kutip, bukan berarti kita harus menjual harga diri juga. Melainkan kita berpenampilan sesuai dengan profesi kita. Misalkan seorang dokter harus mempunyai penampilan yang rapi dan bersih, ini menunjukan bahwa dokter juga peduli dengan kesehatannya. Seorang montir berpenampilan acuh dengan pakainnya, asalkan mempunyai alat yang lengkap. Kalu kita sebagai sales, jadi sudah sepantasnya kalau kita berpenampilan rapi, sopan, dan wangi. Kalau orang bisa menilai kita sesuai dengan profesi kita, maka kita telah berhasil "menjual diri" tinggal kita tawarkan produk kita. Ada sebuah pepatah mengatakan "Jangan pernah percaya tukang cukur yang gundul", karena tukang cukur yang gundul tidak pernah menghargai rambutnya sendiri.
2.Penjualan Itu Membangun Hubungan
Banyak tenaga penjual yang tidak menyadari hal ini. Mereka menganggap bahwa setelah closing, mereka sudah berhenti membangun hubungan dengan konsumen mereka. Padahal konsumen yang menilai kualitas produk kita, sehingga konsumen cenderung menceritakan hal-hal yang mereka ketahui tentang produk kita. Kalau konsumen puas dengan produk kita, mereka tanpa sadar akan melakukan promosi kepada orang lain dan menjadikan mereka sebagai agen tidak resmi kita. Atau bisa dikatakan mereka adalah bagian dari jaringan kerja kita. Begitu juga bila sebaliknya, bila mereka kecewa dengan produk kita, maka mereka akan menjadi bumerang yang menyerang kita. Jadi bangunlah hubungan dengan konsumen kita dengan baik. Bila setelah closing, kita bisa mengatakan "Bapak/Ibu kalau ada yang tidak sesuai dengan harapan Bapak/Ibu silahkan hubungi saya, tapi kalau Bapak/Ibu puas dengan produk saya, tidak perlu menghubungi saya, cukup ceritakan kepada teman atau saudara Anda"
3. Dapat Dipercaya
Tentang hal ini, kami telah membahasnya di posting sebelumnya di Hukum Marketing Oleh Tung Desem Waringin. Tapi bila teman-teman bertanya, siapa yang harus bisa dipercaya? Maka jawabannya, orang percaya karena pengalaman pengetahuannya. Bila produk tidak bisa menjelaskan dirinya sendiri, maka kita yang harus bisa menjelaskan tentang produk kita itu. Untu bisa membuat orang percaya denga produk kita, terlebih dahulu kita juga harus percaya dengan produk kita itu.
4. Temui Orang Yang Tepat
Bagaimana caranya mengetahui orang itu tepat untuk membeli produk kita? Maka caranya adalah dengan mengetahui produk dan manfaatnya. Hal itu akan menunjukan siapa yang tepat untuk membeli produk kita.
5. Tepat Buka Tutup Penjualan
Hal ini merupakan langkah selanjutnya setelah kita menemukan calon konsumen. Kapan kita harus mulai menjual? Setelah kita memperkenalkan diri dan calon konsumen telah menerima diri kita. Tidak perlu menceritakan latar belakang perusahaan, agar penawaran/presentasi kita lebih singkat. Untuk menutup penjualan, pastikan konsumen telah mengerti dan menerima manfaat produk kita.
6. Jangan Personalisasi
Membangun hubungan dengan konsumen bukan berarti harus mengenal lebih jauh. Cukup sebatas kita mengetahui tentang kebutuhannya yang berhubungan dengan produk kita. Karena bila kita terlalu personalisasi dengan para konsumen itu akan menimbulkan efek negatif kepada diri kita dan perusahaan. jadi bangun hubungan sebatas penjual dan pembeli saja.
Demikian posting dari tim MANTRA UANG JUTAAN RUPIAH semoga bisa bermanfaat bagi kita semua dan terima kasih atas kunjugannya.
Artikel yang mungkin ingin Anda baca :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan komentar terbaik Anda di sini