Telusuri Blog Ini

Jumat, 30 November 2018

KUNCI PERUBAHAN #2

*PERTANYAAN 2 : BERANIKAH ANDA MEMBAYAR DIRI SENDIRI?*

Pelajaran hidup seringnya datang setelah ujian.

Namun efek perubahannya sangat luar biasa sehingga bisa membuat kita meninggalkan hal-hal yang buruk untuk selamanya.

Namun, tidak banyak orang yang tau cara mengambil pelajaran hidup, sehingga saat semua berakhir, mereka akan melupakan termasuk pelajaran hidup di dalamnya.

Sehingga mereka selalu jatuh di lubang yang sama lagi dan lagi.

Mereka seperti tidak pernah mau belajar.

Mungkin sebagian dari kita di sini pernah menjumpai orang yang hidup dari hari ke hari, dari minggu ke minggu, dan dari bulan ke bulan dengan cara _"gali lubang tutup lubang"._

Penghasilan hari ini untuk menutupi hutang kemarin dan begitu seterusnya.
Kehidupan seperti ini adalah kehidupan yang bertanggungjawab kepada orang lain.

Mereka akan terus melakukan hal itu hingga dia tidak sanggup bekerja lagi.

Mungkin hal ini terlihat normal, padahal kenyataannya kehidupan seperti ini di lihat dari segi mana pun tidak akan pernah bermanfaat bagi siapapun dan tentunya tidak ada kebahagian yang benar-benar bisa dirasakan secara bebas.

Lalu bagaimana cara kita keluar dari siklus _"kehidupan normal"_ ini?

Siapapun guru ataupun mentor Anda, saya yakin mereka akan menyarankan Anda untuk *BERANI MEMBAYAR DIRI ANDA SENDIRI*, hanya saja dengan cara atau bahasa yang berbeda.

Berani membayar diri sendiri bukan untuk menghabiskan penghasilan Anda untuk berfoya-foya ataupun untuk kesenangan-kesenangan sesaat. Karena membayar diri sendiri bertujuan untuk melepaskan Anda dari siklus _"normal"_ masyarakat kita.

Jadi membayar diri sendiri adalah cara kita menjamin kehidupan masa depan kita menjadi jauh lebih baik dan berbahagia. Bolehkah?

Nabi Muhammad SAW yang saya percayai pernah bersabda :
*"Beribadahlah kalian seperti halnya esok kalian akan mati, dan bekerjalah kalian seperti kalian akan hidup selamanya"* [HR. Muslim]

Maksud Nabi Muhammad SAW adalah apapun tindakan kita, seharusnya bersungguh-sungguh. Baik secara raga, jiwa, ataupun pikiran. Semua harus bersungguh-sungguh agar mendapatkan kebahagian di akhirat dan juga di dunia.

Dan Nabi Muhammad SAW sangat paham bila tubuh manusia tidak selamanya kuat. Oleh sebab itu, kita diharapkan memiliki pemikiran dan jiwa yang terus menguat seiring waktu dan ini kita sebut dengan mendewasa.

Ya, karena tubuh yang tak selamanya kuat, maka *"bekerja untuk hidup selamanya"* bisa diartikan kita mau membangun aset atau berinvestasi sehingga saat tubuh tak mampu bekerja, maka asetlah yang akan bekerja untuk kita.
Inilah yang saya sebut sebagai *MEMBAYAR DIRI SENDIRI.* Yaitu dengan menyisihkan penghasilan kita untuk berinvestasi demi masa depan kita.

Dari sini mungkin Anda mulai tersadar, bahwa dalam keadaan normal sekalipun daftar pengeluaran kita sudah menunggu.

Lalu mungkin Anda akan bertanya, investasi apa yang seharusnya kita lakukan?

Maka saran saya, mulailah dengan berinvestasi untuk membeli SURGA.

Iya, SEDEKAH. Bagaimana pun Anda memahami sedekah, saya percaya bahwa siapa pun Anda pernah menjadi bukti *KEAJAIBAN SEDEKAH.*

Sedikit apapun sedekah yang Anda keluarkan, akan dibalas. Salah satunya dengan rezeki yang datangnya tidak pernah Anda sangka arahnya. Percayalah !

Seperti saya percaya pada ayat yang tertulis di Al Quran yang mengatakan bahwa sedekah itu seperti sebiji yang menumbuhkan satu tumbuhan bertangkai-tangkai. Dan setiap tangkai ada 7 biji. Ya, sedekah selalu dibalas berlipat-lipat.

Sedekah dengan cara kerjanya sebenarnya adalah untuk menguatkan hukum LOA, menguatkan hubungan sosial (silaturohim) dan menguatkan pikiran dan keimanan. Dan akhirnya mendatangkan rezeki.

Setelah berinvestasi untuk akhirat, sisihkan penghasilan Anda untuk investasi masa depan.

Investasi iniberupa investasi ke aset tangible dan aset intangible.

Aset tangible adalah aset yang berupa materi yang bisa dilihat. Bisa berupa usaha sendiri, usaha orang lain, rumah kost, saham, reksadana, dan lain-lain.

Sedangkan aset intangible adalah aset yang akan meningkatkan kemampuan, pengetahuan, dan pengalaman-pengalaman spiritual yang nantinya membuat kita mudah menghadapi tantangan.

Setelah Anda sisihkan penghasilan Anda untuk investasi akhirat dan masa depan, maka pos selanjutnya adalah sisihkan pengeluaran Anda keluarga. Mungkin saat ini anak-anak Anda sedang membutuhkan biaya sekolah, pasangan Anda sedang membutuhkan sedikit jalan-jalan dan lain sebagainya.
Lihatlah kebutuhan raga, pikiran, dan jiwa keluarga Anda yang harus Anda penuhi.

Setelah itu semua, barulah sisa penghasilan Anda digunakan untuk membayar tagihan, hutang dan lain sebagainya.

Jika Anda *BERANI MEMBAYAR DIRI ANDA SENDIRI,* maka menjadi *KAYA BERMANFAAT* hanya soal waktu.

Sekian dari saya - fuad hasan

#KunciPerubahan #Kunciperubahan2 #KunciPerubahanHidup #PencariRezekiLangit #FuadInopreneur #Fuad_Hasan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar terbaik Anda di sini