Laman

Rabu, 02 Januari 2019

HAK HIDUP = HAK KAYA

LEMBAR BARU
Hari #1

================

Setiap orang yang terlahir di dunia ini melalui proses menjadi bayi. Lalu seiring waktu bertumbuh mendewasa, baik secara mental, jiwa, dan raganya.

Oleh sebab itu, hak manusia untuk hidup berarti juga hak untuk "bertumbuh".

Tumbuh adalah tentang tercapainya kemungkinan tertinggi. Dan pencapaian dalam pengembangan jiwa dan bakat.

Dan faktanya, untuk bertumbuh ini kita harus menggunakan berbagai sarana.
Dan masyarakat kita telah terorganisir sedemikian rupa sehingga saat kita ingin menggunakan sarana yang dibutuhkan untuk "bertumbuh", kita harus membayarnya dengan uang.

Dengan kata lain, jika kita ingin bisa meningkatkan jiwa atau bakat maka kita harus memiliki banyak uang.

Jika hak hidup berarti hak untuk tumbuh, maka hak tumbuh juga berarti hak untuk memiliki banyak uang atau hak menjadi kaya raya. Agar kita bisa mencapai kemungkinan tertinggi kita dalam bertumbuh baik secara jiwa, pikiran, dan raga.

Dari sini, mungkin Anda menyadari bahwa setinggi apapun perkataan kita tentang kemiskinan, fakta membuktikan kita tidak seharusnya hidup miskin.

Dan kaya secara kiasan hanyalah topeng palsu yang digunakan orang-orang yang tidak mampu hidup seperti yang diinginkan.

Mungkin saat ini Anda juga akan bertanya, lalu bagaimana cara menjadi kaya?

Sebelumnya, pernah mendengar kisah seorang artis yang dulu pernah tenar dan populer, memiliki kekayaan yang luar biasa. Kehidupannya dikelilingi oleh berbagai sarana yang menjadi impian banyak orang.

Tapi setelah beberapa tahun ketenarannya meredup. Beberapa tahun kemudian dia menjadi orang biasa dan kekayaannya seperti daun yang ditiup angin. Wuuzzzz.... Semuanya hilang satu persatu.

Atau mungkin Anda juga pernah mendengar orang yang mendapatkan undian ratusan juta. Dan orang itu menjadi orang kaya dadakan.

Lalu tiga tahun berikutnya, dia kembali miskin seperti hidupnya yang semula.

Dua kisah di atas seharusnya menjadi pelajaran hidup bagi kita semua. Bahwa untuk menjadi kaya, bukan sekedar tahu CARA MENDAPATKAN UANG.

Karena kita tahu, bahwa ada orang kaya yang hartanya tidak habis dimakan oleh anak cucu mereka.

Ilmu menjadi kaya adalah ilmu yang seharusnya dipelajari oleh kita agar benar-benar bisa memanfaatkan hidup dengan sebaik-baiknya.

Karena menjadi kaya juga berarti kita bisa melayani Tuhan, sesama, dan keluarga dengan baik.

Namun, ilmu menjadi kaya saat ini dinilai sebagai ilmu yang "tabu" yang tidak boleh disebarluaskan.

Kali ini, saya ingin mengajak Anda yang bergabung di Inopreneur Club ini untuk "bertumbuh" dengan mencapai kemungkinan tertingginya. Maka, ada baiknya saya memulainya dengan mengajak Anda untuk memahami KECERDASAN FINANSIAL.

Mungkin Anda telah memahami CARA MENDAPATKAN UANG. Tapi untuk bisa menjadi kaya, hal itu masih belum cukup. Yang Anda butuhkan adalah ilmu yang membuat Anda cerdas tentang finansial.

Ironisnya, kita justru tidak menyadari kesalahan kita dalam mengelola uang.
Yang paling parah adalah keliru dalam mendefinisikan KAYA dan MISKIN seperti saya dahulu. Hasilnya, saya tidak akan pernah benar-benar menikmati waktu ibadah saya, menikmati sosialisasi saya, dan menikmati waktu bersama keluarga saya.

Seakan-akan hidup saya hanya tentang 3K, yaitu ;
Kerja
Kerja
Kerja

Mungkin hampir seluruh orang yang bergabung di grup ini juga mengalaminya. Iya apa ya?
Hehehe...

Karena kita memang sudah dari kecil diberikan pemahaman tentang orang pintar selalu mendapatkan kerja enak.

Oleh sebab itu, kita disuruh untuk sekolah yang rajin, biar bisa masuk kuliah.

Setelah lulus kuliah, bisa mendapatkan kerja yang bagus. Kalau sudah punya pekerjaan bagus, biar bisa beli mobil, rumah, terus menikah, terus punya anak, terus lagi, dan lagi.
Pertanyaannya, kapan bahagianya?

Disinilah kesalahan kita dalam memahami KAYA dan MISKIN. Sebagian besar orang berpikir bahwa orang kaya itu memiliki banyak barang bagus.

Tapi, sadarkah Anda, saat Anda memiliki benda yang berharga, Anda justru takut kehilangan. Sehingga Anda memiliki rasa ketakutan. Ketakutan ini tidak akan pernah mendatangkan ketenangan hati.

Sedangkan hidup bahagia adalah menikmati hidup tanpa rasa ketakutan. Maka menjadi kaya bukan berarti harus memiliki banyak benda.

Akan tetapi orang kaya adalah orang yang memiliki SUMBER UANG yang digunakan untuk menggunakan sarana-sarana yang dibutuhkan untuk bertumbuh dan menikmati hidup.

Inilah kesalahan kedua yang dilakukan banyak orang, yaitu tidak mengetahui perbedaan antara BEBAN dan ASET.
Apa yang kita anggap ASET sebenarnya adalah BEBAN. Mobil adalah beban, karena ada pengeluaran dari sana. Rumah yang kita huni adalah BEBAN, karena tidak menghasilkan uang, justru malah sebaliknya.

Kalau ada orang bank yang mengatakan, rumahnya jangan dijual karena itu adalah aset.

Aset bagi siapa? Aset bagi bank kan...

Orang yang memiliki banyak benda, belum tentu disebut kaya.

Oleh sebab itu, kenapa orang yang memiliki gaji 3 juta sebulan akan habis sebulan. Lalu saat gajinya menjadi 10 juta, juga akan habis sebulan. Karena semakin tinggi gaji, semakin banyak beban yang dimiliki.

Hal ini telah dijelaskan oleh Robert T. Kiyosaki di buku-bukunya.

Kesimpulannya, jika ingin kaya, mulailah berinvestasi. Jika Anda takut berinvestasi, maka belajarlah berbisnis untuk mengetahui investasi apa yang cocok untuk Anda.

Sekian dari saya, apa yang Anda pelajari dari sharing kali ini?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar terbaik Anda di sini