Laman

Senin, 14 Oktober 2019

Ciri-Ciri Bisnis Jaringan Kuadran Kanan

Hallo Kawan INOpreneur
Selamat datang di blog Fuad INOpreneur. Kali ini kita akan membahas tentang BISNIS JARINGAN? Kenapa? Karena Indonesia adalah salah satu ladang perusahaan bisnis jaringan. Ada ratusan perusahaaan di Indoneaia yang memiliki sistem jaringan.

Menariknya, semua bisnis jaringan itu selalu menjanjikan KEBEBASAN FINANSIAL. Dan hal ini selalu menjadi daya pikat yang luar biasa di Indonesia. Meskipun angka kemiskinan di Indonesia tiap tahunnya menurun, hal ini bukan berarti menjadikan rakyat Indonesia memiliki tingkat kesejahteraan yang baik.

Oleh sebab itu, janji-janji manis yang diberikan oleh perusahaan bersistem jaringan menjadi leads magnet yang ampuh.

Tapi jika saya mau jujur, bahwa tidak semua perusahaan ini  masuk dalam kuadran kanan (mengacu pada buku "The Cashflow Quadrant" karya Robert T Kiyosaki). Jika suatu bisnis jaringan berada di kuadran kanan, maka sangat mungkin membernya bisa mencapai Financial Freedom. Tapi jika bisnis jaringan kuadran kiri, member akan "dipaksa" untuk terus bekerja/merekrut/menjual tanpa kejelasan akan Financial Freedom.

Mentor saya yang sudah berhasil mencapai Financial Freedom dan berani pensiun dari dokter spesialis kandungan pernah membeberkan tentang indikasi dan syarat sebuah bisnis jaringan kuadran kanan. Beliau adalah dr. Sigit Setyawadi SpOG pemilik sebuah rumah sakit bersalin di Batu Malang, pemilik hotel, perkebunan kelapa sawit, dan beberapa bisnis yang lain. Beliau berkata : Indikasi dan syarat adalah hasil penelitian dan pengalaman puluhan tahun dari pendahulu kita. Bukan begitu saja diadakan tanpa penelitian dan pengalaman. Bisnis kuadran kanan intinya adalah KERJASAMA ORANG BANYAK, dan merupakan bisnis yang sekali dikerjakan bisa menghidupi kita secara jangka panjang.

Diperlukan semacam indikasi dan syarat untuk menjamin keberhasilan tujuan kita, yaitu menjadi BEBAS FINANSIAL DAN WAKTU. Bukan BEKERJA UNTUK HIDUP DAN HIDUP UNTUK BEKERJA seperti saat ini. Bisnis kuadran kanan yang paling mungkin
dilakukan oleh orang biasa, adalah bisnis Networking. Karena konglomerasi dan waralaba
membutuhkan keuletan dan atau dana yang luar biasa besar.

Masalahnya adalah bisnis networking yang seperti apa ?
Berikut syarat-syarat yang harus dimiliki sebuah bisnis jaringan yang benar.

5 SYARAT KUMULATIF YANG HARUS ADA DI SEBUAH BISNIS NETWORKING.
1. Bisnisnya legal, bukan money game.
2. Sudah berumur diatas 10 tahun (keberhasilan melewati angka 10 tahun adalah 1%)
3. Ada produk yang berkualitas
4. Ada rancangan pendidikan yang jelas
5. Ada contoh contoh orang yang sudah berhasil dan pensiun.

Jika ada satu syarat saja yang tidak ada, sebaiknya Anda menjauhinya. Khususnya syarat nomor 2 yaitu berumur 10 tahun. Karena di statistik Amerika, hanya 1% bisnis yang bisa melewati tahun ke 10. Padahal sebuah bisnis networking terdiri dari 2 bisnis yang harus survive semuanya.

Yang satu bisnisi nduknya sebagai penyedia barang, sedang satunya jaringannya. Artinya dari segi resiko double. Anda gagal membangun jaringan ya kolaps, Anda berhasil membangun jaringan tetapi perusahaan induknya gagal berkembang ya selesai juga. Secara rata rata ada yang mengatakan usia bisnis networking di Indonesia itu 2 tahun.

Terkadang pemiliknya itu itu saja. Membangun ini kolaps, diganti itu, berkembang pesat sehingga kuwalahan membayar bonus, maka bonusnya dirubah dan kolaps karena ditinggal leadernya. Tenang saja, membangun yang lain, karena di bisnis manapun, para pemilik ini ada di level atas, dapat uang lebih dahulu dibanding anggota lain.

DELAPAN HAL YANG MENUNJUKKAN CIRI CIRI NETWORKING YANG PERLU DIHINDARI :

1. Ada BONUS SPONSORING. Ini menunjukkan MLR atau Multi Level Recruiting yang diharamkan berdasarkan fatwa MUI tahun 2009.

2. Ada BONUS PASANGAN. Menunjukkan skema piramida yang berasal dari ide Charles Ponzi sehingga disebut skema Ponzi.

3. Ada praktek FRONTLOADING yang dilarang APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia), keharusan membeli sejumlah produk sebagai syarat untuk join.

4. Ada anjuran :”Mumpung masih baru, join saja”, menunjukkan ini skema piramida. Yang join duluan dapat lebih banyak.

5. Berhadiah mobil, rumah dsb yang merupakan beban. Menunjukkan pemiliknya masih
kuadran kiri dan sudah bisa dipastikan ini bisnis jaringan kuadran kiri.

6. Investasi atau pelayanan jasa yang hasilnya jauh diatas kewajaran bunga bank. Ingat prinsip keuangan : hasil besar + cepat + aman = tipu tipu.

7. Ada TUTUP POIN, menunjukkan kita dipaksa terus menjual untuk bisa mencairkan bonus.
Biasanya jenis produknya hanya beberapa. Semacam penghasilan pasif bersyarat, atau
dengan kata lain bukan penghasilan pasif karena kalau keturunan Anda tidak bisa berbisnis ya tidak akan menerima bonus. Harus terus melakukan dan melakukan.

8. Peserta bisa membeli beberapa paket atau diminta investasi lagi mengambil kapling. Dengan narasi semakin banyak kapling yang diambil, semakin besar potensi penghasilannya. Ini ciri skema piramida atau skema Ponzi.


Bisnis bisnis diatas memang di disain untuk menarik orang kuadran kiri yang senang mendapat uang cepat. Bukan untuk menyeberangkan orang kuadran kiri ke kuadran kanan.

Tetapi tidak masalah, karena Anda juga akan belajar dari kegagalan kegagalan itu.

Lalu bagaimana caranya belajar untuk mengambil hikmah kegagalan yang Anda rasakan? Anda hanya perlu mentor untuk membimbing Anda dalam memahami hikmah kegagalan Anda. Dan saat ini dr. Sigit Setyawadi SpOG telah membuat bimbingan jarak jauh melalui grub WA BUILDING THE DREAM yang akan membantu Anda :

➡ Belajar dari kesalahan keuangan
➡ Cerdas Keuangan dan Spiritual
➡ Menghilangkan Mental Block
➡ dan masih ada 15 materi pengembangan diri lainnya.

Jika Anda benar-benar ingin tahu bisnis jaringan kuadran kanan, maka Anda harus segera ikut waiting list join grup BUILDING THE DREAM SEKARANG juga dengan cara mengisi klik "JOIN BTD" di bawah ini.

JOIN BTD


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar terbaik Anda di sini