Laman

Senin, 20 Januari 2020

Tidak Ada Keajaiban Keuangan

Hallo Kawan INOpreneur

Beberapa hari ini, Indonesia di hebohkan dengan money game Memiles dan penipuan berkedok Keraton Agung Sejagat. Hemmm, modus penipuan selalu mengalami kemajuan, tapi Kecerdasan Finansial kita masih 'stuck di situ-situ' aja.

Tapi segi positifnya, kita orang Indonesia masih memiliki IMPIAN untuk menjadi kaya. Lha emang ada orang yang tidak ingin kaya? Ada. Tapi saya yakin itu bukan Anda. Karena bukan kebetulan, Anda bisa membaca postingan ini. Pasti ada rencana dari Sang Pencipta kenapa Anda bisa menemukan postingan ini.

Mungkin Sang Pencipta ingin Anda melek Finansial, atau bisa jadi Dia ingin Anda memiliki lekayaan yang sudah di takdirkan untuk Anda. Siapa yang tahu !!

Mentor saya, dr. Sigit Setyawadi SpOG pernah memberikan wejangan dalam grup bisnis kami. Salah satunya tentang, Tidak Ada Keajaiban dalam Bidang Keuangan. Bahkan yang mengambil pesugihan ghoib pun harus membayar mahal. Rezeki, mungkin bisa bekerja secara Ajaib.Tapi uang tidak. Karena dianya memiliki ukuran atau nilai yang hanya bisa ditukarkan. 

Dr. Sigit (bertopi putih), Bu Wati (istri dr. Sigit, berjilbab coksu), dan team MSO sedang berlibur di Dubai tahun 2019


Lalu bagaimana wejangangan beliau tentang hal ini? Simak sampai selesai ya....

MENGHINDARI PENIPUAN INVESTASI DLL.

Ada beberapa hal prinsip di dunia ini, saya hanya menyoroti 2 hal saja supaya Anda terhindar dari penipuan apapun :

1.  Tidak ada keajaiban di dunia keuangan.

2.  Hindari perusahaan yang mengakali atau melanggar peraturan resmi.


Kita bahas satu persatu :

1. TIDAK ADA KEAJAIBAN DI DUNIA KEUANGAN
Di dunia keuangan semuanya bisa dihitung, apapun yang kita lakukan, nantinya pasti diharapkan “menghasilkan uang”. Tidak ada orang bisa mencapai kemungkinan tertingginya dalam pengembangan jiwa atau bakat kecuali ia memiliki banyak uang. 

Diperlukan banyak hal sebagai sarana bagi seseorang untuk mengembangkan jiwa dan bakat, dan ia harus punya uang untuk mendapatkan semua yang ia butuhkan. Uang masih menjadi motivasi tertinggi untuk melakukan sesuatu secara rutin. Kecuali bagi mereka yang sudah tercukupi. 

Kalau ada sesuatu yang menjanjikan uang banyak atau hadiah besar tanpa harus melakukan sesuatu, Anda harus segera berpikir "Untuk apa dia ajak saya jika tanpa melakukan sesuatu bisa dapat banyak uang ?  Apalagi saya diminta ajak orang sebanyak mungkin untuk mendapat manfaat yang sama tanpa melakukan sesuatu. Pasti ada tipu tipu dibalik ini”. 

Jika tidak, maka Anda pasti akan terseret ke pusaran investasi bodong dan money game, yang menjanjikan imbal hasil jauh diatas bunga pinjaman bank. Pikirkan ini :”Kalau ini memang nyata, mengapa dia tidak meminjam bank kemudian melakukan investasi sendiri ? mengapa ajak ajak saya dan diminta cari banyak orang lain ?”

Sebaliknya, Anda juga harus waspada jika ada pinjaman tanpa bunga, mencicil tanpa bunga dan sebagainya. Apalagi jika itu dilakukan langsung ke pengembangnya. Lagi lagi tidak ada keajaiban di dunia keuangan. 

Penjelasannya disini cuma satu yaitu *harga barang yang Anda beli sudah dinaikkan sedemikian rupa, sehingga semua resiko kerugian si penjual (pengembang atau apapun), sudah tertutupi.* Biasanya uang yang Anda bayarkan sebenarnya jauh lebih tinggi dibanding jika dihitung dengan system perbankan. Baik konvensional maupun syariah.


Ingin Jualan Online Tanpa Ribet ???

Ayo bergabung dengan Reseller Evermos lewat link di bawah ini dan memulai bisnis Anda sendiri seperti Ratusan Reseller lainnya. Dapatkan sd 30% komisi di setiap penjualan dan reward langsung seperti Umroh! Klik tautan di bawah ini ya...


2. HINDARI PERUSAHAAN PELANGGAR ATURAN RESMI
Disini ada beberapa hal yang bisa Anda pakai untuk mencegah tertipu. 

1.  Misal ada pengembang atau penjual sesuatu yang mengatakan “TANPA BI CHECKING”. Nampaknya memberi kemudahan pada Anda. Tetapi BI checking itu tujuannya supaya para “pelaku nakal” di dunia perbankan bisa tersaring dan tidak bisa transaksi karena sudah terbukti nakal. Jika ada perusahaan yang mau mencari konsumen “para pelaku nakal” ini, Anda sudah harus curiga bahwa mereka juga berpotensi akan lebih nakal lagi. 

Konsumen akan selalu kalah dengan perusahaan. Perusahaan yang bersih pasti menghindari para pelaku nakal yang tidak mau memenuhi aturan perbankan ini. Jadi disini memang sudah masuk dalam dunia tipu menipu. Tinggal menunggu apakah konsumen nakal yang menipu, atau perusahaan nakal yang menipu ?

2.  Di dunia networking ada larangan melakukan FRONT LOADING, yaitu praktek menjual produk langsung dengan pendaftaran peserta.  Artinya untuk join harus langsung membeli produk dalam bentuk paket. Ini seperti memaksa orang membeli kucing dalam karung. Memanfaatkan keinginan orang untuk join sebuah perusahaan networking. 

APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia) melarang praktek frontloading ini karena berpotensi merugikan peserta. Sudah banyak terjadi, peserta menanggung kerugian karena terpaksa menimbun barang barang yang tidak bisa dijual lagi.

Para pelaku networking yang melakukan hal terlarang ini, hampir pasti tidak tergabung di APLI (huruf P nya hanya 1). Biasanya mereka tergabung di asosiasi tandingannya yang membiarkan praktek terlarang ini. Jadi cek dulu apakah perusahaan itu anggota APLI atau tandingannya ? Kecuali Anda memang siap ditipu.

3.  MUI tahun 2009 mengeluarkan fatwa tentang definisi Money Game dan menyatakan bahwa hal itu haram. Money game menurut fatwa DSN MUI No. 75/DSN MUI/VII/2009 adalah *kegiatan penghimpunan dana masyarakat atau penggandaan uang dengan praktik memberikan komisi dan bonus dari hasil perekrutan/ pendaftaran mitra usaha yang baru/ bergabung kemudian, dan bukan dari hasil penjualan produk, atau dari hasil penjualan produk namun produk yang dijual tersebut hanya kamuflase atau tidak mempunyai mutu/kualitas yang dapat dipertanggungjawabkan.* 

Jadi kalau menghadapi sebuah bisnis networking yang memberi bonus dari uang yang berasal dari pendaftaran peserta baru, ingatlah akan ini. Biasanya uang dari pendaftaran anggota baru ini dirupakan BONUS SPONSORING dan BONUS PASANGAN. Uang yang kita peroleh bukan bagi hasil dalam perniagaan di grup, melainkan uang jasa menjoinkan orang. 

Terakhir, ada statemen dari seorang Menteri di Malaysia, bahwa ummat islam disana, sangat perhatian akan produk halal dsb. Sayangnya, mereka tidak terlalu memperhatikan uang yang mereka terima. Apakah itu berasal dari sesuatu yang halal atau tidak. 

Syukurlah itu hanya terjadi di Malaysia, kalau di Indonesia baik baik saja . . . He . . he  . .he.

Surabaya, 13 Januari 2020
*Sigit Setyawadi*

Bagaimana, apakah Anda para pembaca blog ini sudah memahami tentang hal ini, tentang keuangan dan investasi? Sudah, tapi baru sedikit. Hehehe....

Apakah Anda tertarik belajar bersama dr. Sigit Setyawadi SpOG ? Jika "IYA", silahkan kirim pesan ke WA saya (Fuad Hasan) 082131004408 dengan format : Nama_Domisili.

Sayangnya, beliau hanya bisa berbagi ilmu tentang cerdas finansial, spiritual, skill with people, dan ilmu pengembangan diri hanya melalui grup WA bernama BUILDING THE DREAM yang kebetulan hanya dilakukan sebulan sekali selama 7 hari. 

Dan sayangnya lagi, kulwa (kuliah via Whatsapp) ini seat-nya terbatas dan tidak memiliki jadwal pasti setiap bulannya. Oleh sebab itu, Anda harus segera menghubungi saya untuk mengamankan seat di bulan berikutnya.

Baiklah, swkian dulu postingan kali ini, semoga bermanfaat dan Anda bisa semakin paham tentang investasi. Jika Anda merasa tulisan ini bermanfaat, silahkan dibagikan ke teman atau saudara agar lebih banyak lagi yang mendapatkan manfaatnya. Dan jangan sungkan berkomentar ya.

Sekian dari saya, terima kasih sudah berkunjung di sini.
Fuad INOpreneur




Anda mungkin juga ingin membaca :

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar terbaik Anda di sini