Hallo Kawan Inopreneur
Saat ini kita tentu akrab dengan yang namanya Whatsapp dan salah satu fiturnya yaitu bisa membuat grup untuk orang-orang yang se-visi dengan kita. Entah itu grup keluarga ataupun grup bisnis.
Nah kali ini saya akan membahas tentang grup yang sedang booming di awal 2018 karena materi-materinya tentang plafon rezeki, kecerdasan finansial, dll. Bahkan katanya memiliki Audio Terapi Bawah Sadar yang bisa meningkatkan plafon rezeki hingga 100 juta perbulan. Fenomenal memang, oleh sebab itu saya akan membahas disini, karena mungkin bermanfaat bagi Anda yang belum pernah bergabung di grup WA ini.
Konon katanya, materi-materi dari grup ini disebarkan ke grup-grup bisnis jaringan yang memang mengedepankan kecerdasan finansial untuk anggotanya.
Grup ini bernama BUILDING THE DREAM yang disingkat BTD dan diasuh oleh dr. Sigit Setyawadi SpOG.
Bagaimana awal mula grup BTD ini lahir? Sebelumnya mari kita berkenalan dulu dengan dr. Sigit Setyawadi SpOG.
Dr. Sigit Setyawadi SpOG memiliki 1 isteri dan 3 anak, lahir di Lamongan 11 November 1954. Beliau anak ke 2 dari 8 bersaudara. Usia 4 tahun ikut ibu ke Yosowilangun Lumajang karena ayah beliau sekolah lagi ke Jakarta dan di sana beliau sekeluarga tinggal di rumah kakeknya yang seorang kepala sekolah SR. Disanalah beliau sekolah sampai kelas 2 SR (Sekolah Rakyat).
Kemudian naik kelas 3 pindah ke Probolinggo karena orang tua sudah pindah kesana menjadi guru SGA (Sekolah Guru A). Disana dr. Sigit Setyawadi SpOG menyelesaikan SMA kemudian kuliah di FK Unair tahun 1973, lulus 1980 dengan predikat lulus tercepat.
Kemudian dinas di Puskesmas Kerek Tuban dan 1986 pindah ke Montong Tuban.
Tahun 1988 spesialisasi kebidanan di Unair sampai 1992. Memilih dinas di Pacitan sebagai dokter kandungan pertama. Saat itu beliau sudah diterima di RS Harapan Kita divisi bayi tabung, tetapi harus menyelesaikan dulu wajib kerja sarjana 2 ke daerah. Beliau memilih Pacitan karena disana bisa singkat.
Di perjalanannya, dr. Sigit Setyawadi SpOG batalkan niat ke Jakarta, dan pindah ke Malang tahun 1995. Beliau praktek di Batu dan kemudian membuat rumah dan Rumah Sakit Bersalin Pribadi di Batu.
Dalam berbisnis, sejak SD kelas 3 di Probolinggo dr. Sigit Setyawadi SpOG sudah berbisnis, yaitu jualan permen di sekolah. Sejak itu sampai lulus SD beliau jualan aneka macam di sekolah, utamanya gorengan.
Di SMP dan SMA beternak ikan hias, di FK bertukang, memberi les dsb. Selama dokter umum di Kerek, pasien beliau antara 50-100 per hari, meskipun begitu beliau lebih senang nukang kayu, membuat almari, meja, rak buku dari kayu jati untuk kebutuhan sendiri.
Perkiraan bulan Juni / Juli 2016, dr. Sigit Setyawadi SpOG dimasukkan ke grup WA Komunitas Petani Jember (KPJ), yang didirikan oleh pak Chozin. Padahal villa beliau letaknya di Lumajang, bukan di Jember. Rupanya ada tokoh petani Jember yang pernah berurusan dengan beliau soal domba Garut.
Di grup itu dr. Sigit Setyawadi SpOG membahas impian, finansial dan sebagainya. Kemudian ada anggota KPJ yang mendirikan grup Metode Hayati Indonesia (MHI) dan beliau di invite.
Beberapa bulan kemudian, Desember 2016, admin grup MHI mas Zaka membuatkan grup BTD yang khusus membahas masalah finansial dan impian. Anggota MHI dan KPJ sebagian masuk ke grup BTD, kemudian melebar keluar tidak hanya komunitas petani.
Berdasarkan ilmu yang beliau miliki, perubahan diawali dream building (membangun impian) berkumpul dengan orang sukses (Leadership Seminar dan CD) menemukan jalan sendiri mencapai impiannya.
Dalam rangka dream building, dr. Sigit Setyawadi SpOG membuat audio hipnoterapi penghasilan pasif 15 juta sebulan dan penghasilan pasif 50 juta sebulan. Yang 15 juta untuk petani kecil, yang 50 juta untuk yang petani besar dan diluar petani.
Penghasilan pasif 15 juta itu di Indonesia sudah sangat luar biasa. Kemudian mas Zaka meminta untuk dibuatkan penghasilan pasif 100 juta sebulan untuk dirinya. Akhirnya itulah yang dr. Sigit Setyawadi SpOG pakai untuk semuanya. Biar tinggi sekalian, dapat separohnya kan sudah lumayan?.
Beberapa bulan kemudian mas Zaka kirim WA menanyakan BTD ini mau dibawa kemana?, karena MHI beliau jadikan bisnis pertanian. Dijawab oleh dr. Sigit Setyawadi SpOG, "Ya mengalir saja karena memang tidak ada niat untuk menjalankan lagi bisnis apapun. Tugas saya cuma menaikkan plafon rejeki dan kecerdasan finansialnya. Seminar N21 dan CD saya gunakan untuk merubah lingkungan mentalnya, sampai benar benar memiliki kehidupan dengan penghasilan pasif 100 juta, barulah dia kebal dari pengaruh lingkungan yang rendah."
Waktu itu mas Zaka mengingatkan mengapa beliau tidak mengajak mereka menjalankan networking yang saya ikuti ? Dr. Sigit Setyawadi SpOG menolak karena sudah enggan membimbing, harus membantu downline presentasi kesana kemari dan ditolak orang.
Kemudian anggota BTD yang ikut LS, menanyakan sebaiknya bisnis apa, dan akhirnya mereka join ke networking yang dr. Sigit Setyawadi SpOG ikuti. Dan mendapati kenyataan bahwa bukan mereka yang mengejar prospek, tetapi justru dikejar prospek meminta untuk dipresentasi.
Dalam 2 bulan pertama, pertumbuhan grup sudah seperti waktu *dr. Sigit Setyawadi SpOG* jalani selama 8 bulan yang dulu.
Begitulah semua berproses dan sekarang sudah banyak yang on track di bisnis networking untuk mencapai penghasilan 15 juta dalam 6-12 bulan dan 100 juta dalam 2-5 tahun, bahkan bisa lebih cepat.
Bagaimana yang tidak ikut bisnis networkingnya ? Bagi dr. Sigit Setyawadi SpOG tidak apa apa, yang penting mereka tetap mempertahankan tingkat plafon rejekinya melalui LS dan CD sampai benar benar kaya.
Pikiran bawah sadarnya akan membawa mereka dengan cara yang paling harmonis, paling cepat dan paling aman ke penghasilan pasif 100 juta sebulan.
Yang penting tidak ngotot mempertahankan bisnis lama yang mereka pilih pada saat program pikiran bawah sadarnya masih program lama, yaitu program BEKERJA KERAS MENCARI NAFKAH.
Demikianlah asal muasal grup BUILDING THE DREAM arahan dr. Sigit Setyawadi SpOG.
Bagaimana menurut Kawan INOpreneur, apakah artikel ini bermanfaat? Jika iya, silahkan dibagikan ke teman-teman Anda ya. Jangan lupa kirimkan komentar Anda.
Sekian dari saya
Fuad INOpreneur
Saat ini kita tentu akrab dengan yang namanya Whatsapp dan salah satu fiturnya yaitu bisa membuat grup untuk orang-orang yang se-visi dengan kita. Entah itu grup keluarga ataupun grup bisnis.
Nah kali ini saya akan membahas tentang grup yang sedang booming di awal 2018 karena materi-materinya tentang plafon rezeki, kecerdasan finansial, dll. Bahkan katanya memiliki Audio Terapi Bawah Sadar yang bisa meningkatkan plafon rezeki hingga 100 juta perbulan. Fenomenal memang, oleh sebab itu saya akan membahas disini, karena mungkin bermanfaat bagi Anda yang belum pernah bergabung di grup WA ini.
Konon katanya, materi-materi dari grup ini disebarkan ke grup-grup bisnis jaringan yang memang mengedepankan kecerdasan finansial untuk anggotanya.
Grup ini bernama BUILDING THE DREAM yang disingkat BTD dan diasuh oleh dr. Sigit Setyawadi SpOG.
Bagaimana awal mula grup BTD ini lahir? Sebelumnya mari kita berkenalan dulu dengan dr. Sigit Setyawadi SpOG.
Dr. Sigit Setyawadi SpOG memiliki 1 isteri dan 3 anak, lahir di Lamongan 11 November 1954. Beliau anak ke 2 dari 8 bersaudara. Usia 4 tahun ikut ibu ke Yosowilangun Lumajang karena ayah beliau sekolah lagi ke Jakarta dan di sana beliau sekeluarga tinggal di rumah kakeknya yang seorang kepala sekolah SR. Disanalah beliau sekolah sampai kelas 2 SR (Sekolah Rakyat).
Kemudian naik kelas 3 pindah ke Probolinggo karena orang tua sudah pindah kesana menjadi guru SGA (Sekolah Guru A). Disana dr. Sigit Setyawadi SpOG menyelesaikan SMA kemudian kuliah di FK Unair tahun 1973, lulus 1980 dengan predikat lulus tercepat.
Kemudian dinas di Puskesmas Kerek Tuban dan 1986 pindah ke Montong Tuban.
Tahun 1988 spesialisasi kebidanan di Unair sampai 1992. Memilih dinas di Pacitan sebagai dokter kandungan pertama. Saat itu beliau sudah diterima di RS Harapan Kita divisi bayi tabung, tetapi harus menyelesaikan dulu wajib kerja sarjana 2 ke daerah. Beliau memilih Pacitan karena disana bisa singkat.
Di perjalanannya, dr. Sigit Setyawadi SpOG batalkan niat ke Jakarta, dan pindah ke Malang tahun 1995. Beliau praktek di Batu dan kemudian membuat rumah dan Rumah Sakit Bersalin Pribadi di Batu.
Dalam berbisnis, sejak SD kelas 3 di Probolinggo dr. Sigit Setyawadi SpOG sudah berbisnis, yaitu jualan permen di sekolah. Sejak itu sampai lulus SD beliau jualan aneka macam di sekolah, utamanya gorengan.
Di SMP dan SMA beternak ikan hias, di FK bertukang, memberi les dsb. Selama dokter umum di Kerek, pasien beliau antara 50-100 per hari, meskipun begitu beliau lebih senang nukang kayu, membuat almari, meja, rak buku dari kayu jati untuk kebutuhan sendiri.
Perkiraan bulan Juni / Juli 2016, dr. Sigit Setyawadi SpOG dimasukkan ke grup WA Komunitas Petani Jember (KPJ), yang didirikan oleh pak Chozin. Padahal villa beliau letaknya di Lumajang, bukan di Jember. Rupanya ada tokoh petani Jember yang pernah berurusan dengan beliau soal domba Garut.
Di grup itu dr. Sigit Setyawadi SpOG membahas impian, finansial dan sebagainya. Kemudian ada anggota KPJ yang mendirikan grup Metode Hayati Indonesia (MHI) dan beliau di invite.
Beberapa bulan kemudian, Desember 2016, admin grup MHI mas Zaka membuatkan grup BTD yang khusus membahas masalah finansial dan impian. Anggota MHI dan KPJ sebagian masuk ke grup BTD, kemudian melebar keluar tidak hanya komunitas petani.
Berdasarkan ilmu yang beliau miliki, perubahan diawali dream building (membangun impian) berkumpul dengan orang sukses (Leadership Seminar dan CD) menemukan jalan sendiri mencapai impiannya.
Dalam rangka dream building, dr. Sigit Setyawadi SpOG membuat audio hipnoterapi penghasilan pasif 15 juta sebulan dan penghasilan pasif 50 juta sebulan. Yang 15 juta untuk petani kecil, yang 50 juta untuk yang petani besar dan diluar petani.
Penghasilan pasif 15 juta itu di Indonesia sudah sangat luar biasa. Kemudian mas Zaka meminta untuk dibuatkan penghasilan pasif 100 juta sebulan untuk dirinya. Akhirnya itulah yang dr. Sigit Setyawadi SpOG pakai untuk semuanya. Biar tinggi sekalian, dapat separohnya kan sudah lumayan?.
Beberapa bulan kemudian mas Zaka kirim WA menanyakan BTD ini mau dibawa kemana?, karena MHI beliau jadikan bisnis pertanian. Dijawab oleh dr. Sigit Setyawadi SpOG, "Ya mengalir saja karena memang tidak ada niat untuk menjalankan lagi bisnis apapun. Tugas saya cuma menaikkan plafon rejeki dan kecerdasan finansialnya. Seminar N21 dan CD saya gunakan untuk merubah lingkungan mentalnya, sampai benar benar memiliki kehidupan dengan penghasilan pasif 100 juta, barulah dia kebal dari pengaruh lingkungan yang rendah."
Waktu itu mas Zaka mengingatkan mengapa beliau tidak mengajak mereka menjalankan networking yang saya ikuti ? Dr. Sigit Setyawadi SpOG menolak karena sudah enggan membimbing, harus membantu downline presentasi kesana kemari dan ditolak orang.
Kemudian anggota BTD yang ikut LS, menanyakan sebaiknya bisnis apa, dan akhirnya mereka join ke networking yang dr. Sigit Setyawadi SpOG ikuti. Dan mendapati kenyataan bahwa bukan mereka yang mengejar prospek, tetapi justru dikejar prospek meminta untuk dipresentasi.
Dalam 2 bulan pertama, pertumbuhan grup sudah seperti waktu *dr. Sigit Setyawadi SpOG* jalani selama 8 bulan yang dulu.
Begitulah semua berproses dan sekarang sudah banyak yang on track di bisnis networking untuk mencapai penghasilan 15 juta dalam 6-12 bulan dan 100 juta dalam 2-5 tahun, bahkan bisa lebih cepat.
Bagaimana yang tidak ikut bisnis networkingnya ? Bagi dr. Sigit Setyawadi SpOG tidak apa apa, yang penting mereka tetap mempertahankan tingkat plafon rejekinya melalui LS dan CD sampai benar benar kaya.
Pikiran bawah sadarnya akan membawa mereka dengan cara yang paling harmonis, paling cepat dan paling aman ke penghasilan pasif 100 juta sebulan.
Yang penting tidak ngotot mempertahankan bisnis lama yang mereka pilih pada saat program pikiran bawah sadarnya masih program lama, yaitu program BEKERJA KERAS MENCARI NAFKAH.
Demikianlah asal muasal grup BUILDING THE DREAM arahan dr. Sigit Setyawadi SpOG.
![]() |
| Dr. Sigit Setyawadi SpOG (pakai topi), istri, dan team MSO liburan ke Dubai tahun 2019 |
Bagaimana menurut Kawan INOpreneur, apakah artikel ini bermanfaat? Jika iya, silahkan dibagikan ke teman-teman Anda ya. Jangan lupa kirimkan komentar Anda.
Sekian dari saya
Fuad INOpreneur

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan tinggalkan komentar terbaik Anda di sini