Telusuri Blog Ini

Sabtu, 11 Januari 2020

BONGKAR ! Money Game

Hallo Kawan INOpreneur


Baru-baru ini kita mendengar penipuan modus money game yang telah merugikan ribuan orang dengan kerugian mencapai 700 miliar rupiah lebih. Iya, kasus investasi bodong MeMiles dan ini mengingatkan saya pada cerita mentor dr. Sigit Setyawadi SpOG tentang money game. Berikut cerita beliau :

Dr. Sigit Setyawadi SpOG (bertopi putih) sedang liburan di Dubai - 2019


"Waktu itu ada seorang profesor matematika, yang menjadi salah satu penasehat menteri keuangan. Dia mengusulkan sebuah konsep gotongroyong hebat yang katanya bakal bisa mengentaskan kemiskinan di Indonesia dengan cepat. Angka angkanya saya sesuaikan dengan sekarang, karena angka aslinya saya juga lupa.

Usulannya begini, kita mengeluarkan uang 120 ribu saat ini, untuk diberikan kepada 12 nama yang sudah bergabung duluan, @ 10 ribu rupiah. Bulan depan, kita mencari 2 anggota yang masing masing setor 120 ribu yang diberikan kepada 12 orang anggota diatasnya @ 10 ribu.

Salah satu dari 12 orang itu adalah kita sebagai penerima paling bawah. Kita akan mendapat uang 20 ribu dari 2 teman yang bergabung tadi. Bulan berikutnya, masing masing yang 2 orang itu mencari @ 2 orang juga yang melakukan hal yang sama, maka kita akan mendapat @10 ribu dari 4 orang atau 40 ribu. Kemudian yang 4 orang itu juga mencari 2 orang lagi di bulan berikutnya dan kita akan mendapat 80 ribu, kemudian 160 ribu, 320, 640, 1.280, 2.560, 5.120, 10.240, 20.480 dan pada bulan ke 12 terima Rp. 40.960.000,- dari 4096 orang yang masing masing memberikan 10ribu ke kita. Setelah itu kita tidak mendapat lagi.

Total yang kita terima dalam satu tahun dengan hanya membayar satu kali 120 ribu adalah 80 juta lebih. Jika itu dilakukan rutin, setiap bulan menyerahkan uang 120 ribu kemudian mencari 2 orang lagi, maka kita akan menerima “gaji” 80 jutaan per bulan. Kalau itu dilakukan di seluruh
Indonesia pada semua penduduk, maka setiap penduduk bergaji 80 juta per bulan . . . . wooow luar biasa kan ? Indonesia akan menjadi negara dengan penduduk terkaya di dunia. 

Pendapatan per kapita 80 juta sebulan, atau 960 juta setahun atau 70.000 dollar setahun. Kita akan menjadi negara nomor 7 di dunia yang penduduknya berpenghasilan terbesar. Bayangkan jika bukan 120 ribu, tetapi 1,2 juta yang kita setorkan?, kita akan menerima 800 juta sebulan. 

Bagaimana jika setelah menerima 80juta itu, yang 12 juta kita serahkan lagi ?, maka kita akan menerima 8 milyar per bulan . . . . Sebagian orang akan memikirkan seperti itu. Mereka akan terus berandai andai semakin tinggi dan semakin tinggi. Itulah manusia.

Seingat saya ide hebat itu sampai masuk ke rapat kabinet dan banyak disiarkan di koran. Ide ini oleh yang menciptakan kalau tidak salah disebut Indonesia Berdikari, sayangnya saat itu belum ada internet sehingga saya tidak bisa mencari file beritanya. Ide ini dibantah ahli lain, salah satu bantahannya adalah :”Di konsep itu tidak ada satupun produk tang di perjual belikan, tidak ada nilai tambah yang terjadi. Itu hanya uang dari kita untuk kita. Kalau semua penduduk Indonesia terlibat dan mendapat uang bulanan 80 jutaan,uangnya dari mana karena tidak ada uang yang berasal dari luar ?” 

Semua menjadi bingung, karena sebenarnya, kalau ada 1 orang yang mendapat 80 juta itu, karena ada ribuan orang yang belum dapat. Untuk bisa membuat ribuan orang itu dapat, dibutuhkan ratusan ribu orang yang membayar dan belum dapat.

Kemudian ada yang mengatakan ini skema Ponzi atau skema piramida, itulah pertama kalinya saya mendengar istilah itu. Saya tidak ingat apakah ide ini kemudian dilaksanakan, yang jelas saya tidak pernah ikut. Kalau itu tahun 1980an, maka ketidak ikut sertaan saya pasti karena saya sudah punya banyak uang sehingga tidak membutuhkan hal semacam itu. Kalau itu tahun 1970an, berarti alasannya karena saya sama sekali tidak punya uang. Saat itu saya kost ditempat yang sangat sederhana. Kami berempat di kamar 2,5 x 2,5 meter yang diisi 2 ranjang besar tanpa kasur, dan tanpa listrik. Kami belajar di perpustakaan dan setelah tutup, pindah ke bawah lampu di lorong lorong FK Unair."

Begitulah cerita dr. Sigit Setyawadi tentang money game yang saya ingat. Beliau saat ini telah pensiun dari profesinya sebagai dokter sejak tahun 2005 dan menikmati masa pensiun dengan makmur karena memiliki aset (bisnis autopilot) yang memberikan pasive income.

Tentang skema Ponzi dan tentang dr. Sigit akan saya post di postingan berikutnya.

Kembali ke tema, money game adalah bentuk penipuan karena hal itu tentang membagi uang dari orang yang baru gabung kepada orang yang sudah lama gabung. Sedangkan orang yang baru gabung tidak mendapatkan kesempatan yang sama. Hingga saat ini, money game terus berkembang dengan dibalut oleh bisnis jaringan, investasi, MLM, dan lain sebagainya. 

Memiles adalah salah satu contoh money game yang dibalut oleh investasi. Perlu kita sadari, bahwa kasus ini memberikan pelajaran tentang kurangnya kecerdasan kita perihal keuangan. Mereka para ahli di bidang keuangan, tentu tidak akan pernah tertarik dengan iming-iming penghasilan besar, cepat, dan aman. Karena hal itu sama dengan PENIPUAN!

Salah satu ciri sebuah bisnis money game adalah Fokus mereka pada recruiting. Mereka tidak peduli produknya berkualitas atau tidak, yang penting bisa merekrut banyak orang, maka bisa mendapatkan banyak uang.

Jika saat ini Anda sedang menjalankan bisnis jaringan, dan masih ragu bisnis jaringan Anda sudah tepat atau hanya bisnis money game, Anda bisa membaca artikel CIRI-CIRI BISNIS JARINGAN KUADRAN KANAN.

Sekian dari saya, semoga tulisan ini bermanfaat. Silahkan tinggalkan komentar Anda, dan terima kasih atas kunjungan Anda.
Fuad INOpreneur


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silahkan tinggalkan komentar terbaik Anda di sini